Tuesday, November 17, 2015

Shabu Ghin, Wolter Monginsidi


Luckily selected as one of the lucky guests to be invited on their opening day. Here is a new addition to your culinary-list around South Jakarta. Newly opened just across 711 Wolter Monginsidi. They provide free valet parking but well just like other restaurants around the area, the parking space was limited.

The first thing that caught my attention was their buffet bar, like smoking hot! Beside the vegetables, assorted seafood balls, they provide some ready-to-eat food like sushi, bolognese ramen, chap chae, assorted fried food, gyuudon, and desserts. Also there are a lot of choices of dipping sauce.

Buffet Bar

  video
Sneak Peak of their buffet bar

To get started, we have to choose whether to have set menu style or all-you-can-eat style. For AYCE, you'll be given 90 minutes. After that, we have to choose the meat. There are 3 choices of meat which are Special, Premium, and Wagyu. Then they faced us to make a difficult decision: what to have for the SOUP. There are 5 kind of soup offered: Original Konbu (sweet-salty), Spicy Seafood (spicy of course), Chicken Mizutaki (chicken broth), Spicy Tonyu (curry like), and Sukiyaki (sweet). If you choose the AYCE style, it includes drinks (tea, soft drink, mineral water, sjora, milo, minute maid).

There are 3 AYCE option that you can choose:
Course 1: Shabu Ghin Special Beef: normal IDR 188k for adult // 115k for Children or Senior
Course 2: Shabu Ghin US Premium Beef: normal IDR 238k for adult // 145k for Children or Senior
Course 3: Shabu Ghin Wagyu Beef: normal IDR 388k for adult // 235k for Children or Senior

We had the Course 3 Package, so we had the humble chance to try all of their choices of meat. The special beef had less fat, while the premium one had more fat, more playful texture. The bomb was the Wagyu (no doubt!) It has that melt-in-the-mouth texture (my stomach started to growl while i was remembering the taste <3 )

Special Beef

Premium US Beef
Wagyu Beef
Our Table

I tried to arrange our table beautifully, but well.....pardon our messy table. Clockwise from right bottom: the meat (white plate: premium beef; right: wagyu beef; left: special beef) - veggies, udon, tofu, and meatballs - spicy tonyu soup - dipping sauces - chicken mizutaki soup)

Special Beef paired with Chicken Mizutaki soup
The dipping sauces (clockwise upper left): Genghis Khan Sauce - Gomadare Sauce - White Rice - Garlic Fried Rice - Spicy Suki Sauce - Ponzu Sauce. Favorite? Gomadare - Ponzu - Genghis Khan. I made my own version of enhanced Ponzu Sauce, consists of Garlic, Daikon, Chili, Spring Onions, and Goma. Delicioso!

For the first round, i had the Chicken Mizutaki soup while JuicyJelly had Spicy Tonyu. For us, the Chicken Mizutaki soup was great with all the dipping sauces. If you're the type of person who likes to dip the meat in sauces, this one will suits you well.
Spicy Tonyu Soup paired with Premium Beef


While Spicy Tonyu Soup tasted good already, no need to use dipping sauces IMO. The texture was curry like, a bit spicy, and milky. This one was my favorite!

For second round, we had Original Konbu and Spicy Seafood. Original Konbu almost tasted like Chicken Mizutaki but less salty. Spicy seafood tasted like Chicken Mizutaki in Spicy version. Both still went well with dipping sauces.

Left: Original Konbu  ;  Right: Spicy Seafood

And here are some of the ready-to-eat that we got from the buffet bar. Love the Fried Chicken and Salad. But too bad the tempura was too greasy and the Sushi didn't work for me :(
Clockwise, upper left: Bolognese ramen - sushi - salad - fried chicken and tempura - fruits and jellies




Soup-wise (starts from my favorite one):
- Spicy Tonyu
- Chicken Mazutaki
- Konbu
oh well, i will try their sukiyaki soup as soon as i got the chance to be back here. For now, let it be a mystery. Anyway, if you want to add more soup or change it, you can just pay additional charge for 29k. If don't, you have the one-time soup refill with fish stock.

Meat-wise:
- Wagyu (oh i mean..of course!)
- Special Beef
- Premium Beef

Beside this AYCE style, you can also have their set menu.

Overall, i love how they offer such different options of soup, their buffet table has a pretty wide range of ingredients to choose, and also a very good quality of meat! Although it's kinda pricey, but you'll get what you pay. no regrets :)



Shabu Ghin
Jl. Wolter Monginsidi No. 53, Senopati
Weekdays: 11AM - 3PM and 6PM to 10PM
Weekends: 11AM - 11PM
RSVP: 021- 7201667 / 7202336
Instagram: @shabughin

Thursday, October 29, 2015

7D6N Malaysia Trip - part 2, Penang

Supposed to be posted right after my last post. But well, here i am posting it a century later......

And here we are now in Penang. Dari KL Sentral naik sleeper train dengan tujuan Butterworth. Kami berdua kebetulan kebagian upper bed, pas sisanya emang tinggal upper bed juga sih waktu pesan tiket keretanya. Lower bed nya sold out. Kereta sempat berhenti di banyak stasiun sepanjang perjalanan ke Butterworth. Tidur sempat ga nyenyak takut keterusan, well ternyata Butterworth perhentian terakhir. Tidur di kereta sendiri cukup nyaman, cuma karena deket sama toilet, jadinya macem2 bau menyeruak deh sepanjang malam, mulai dari bau toilet, wangi karbol, sampai bau asap rokok. Tapi selain dari beragam bebauan itu, perjalanan menggunakan sleeper train ini cukup menyenangkan dan nyaman kok. Kami berangkat tepat pukul 10.00 malam, dan tiba sekitar pukul 05.30 pagi di Butterworth.

Dari stasiun perhentian kereta ke pelabuhan ferry cukup dekat. Ya lumayan sekalian olahraga pagi ngegendong tas yang lumayan berat, mendaki sedikit tanjakan dan cukup banyak tangga. Begitu sampai di di pintu masuk plabuhan, ada loket untuk menukarkan uang koinan. Untuk bisa melewati loket bayar ferry, kita harus memasukkan koin sejumlah RM1,20. Tapi kalau sudah punya pecahan koin RM1,20 ya langsung aja, gak usah ngantri loket tukar koin lagi. Selepas itu, ternyata tak perlu menunggu lama ferry kemudian langsung berangkat. Karena mungkin masih terlalu pagi, pemberangkatan ferry pertama dari Butterworth menuju Weld Quay ini tidak ada satu pun kendaraan yang ikut menyeberang. Karena diperuntukkan juga untuk kendaraan menyeberang, tempat duduk tidak begitu banyak. Ada beberapa kursi lipat disepanjang pembatas dan area tempat duduk di bagian tengah. Banyak penumpang yang memilih untuk berdiri sambil menikmati pemandangan subuh dan lampu-lampu yang menyala dari seberang. Perjalanan menyeberang dengan ferry ini hanya membutuhkan waktu sekitar 20menit.

Kondisi di dalam ferry

CAT Bus Penang (free ride)

Sesampainya di Weld Quay, kami menggunakan CAT bus Penang, bus gratis seperti Go KL. CAT bus Penang atau Central Area Transit bus ini rutenya mengitari daerah-daerah utama Penang saja. Dari Weld Quay, kami turun di Komtar. Dari sana sempat nyasar bola/ik sampai akhirnya ada pemilik toko buah di dekat sana yang baik hati mau menolong kami, bahkan sampai bantu menghubungi hostel untuk tanya arahan. Setelah banyak berjalan, akhirnya kami menemukan hostel kami yang ternyata sangat dekat dengan komtar, hanya saja kami berputar-putar ke arah sebaliknya sehingga jadi lebih jauh. Kami menginap di Wassup Youth Hostel dengan biaya RM70 berdua untuk 2D1N via booking.com. Begitu tiba di hostel, kami belum bisa check in, tp wanita penjaga hostel mengijinkan kami untuk menggunakan kamar mandi dan istirahat sebentar di public area nya. Setelah mandi dan berberes, kami menitipkan tas kemudian berjalan kembali ke Komtar untuk mengambil bus ke arah Bukit Bendera. Saat keluar hostel jam sudah menunjukkan jam 8 lewat, tapi belum banyak aktivitas warga, masih banyak toko yang tutup.

tangga naik menuju ke lantai atas

Lantai 2 ada lounging space
kondisi kamar 4-Bed Female Dormitory Room


Dalam perjalanan menuju komtar kami sempat membeli roti dengan (yang katanya) selai srikaya (tapi rasa nanas) seharga RM1 dari seorang uncle dengan gerobak roti warna biru nya. Kemudian membeli susu dan kopi dari mart sekitar. Menunggu beberapa menit akhirnya bus nomor 204 yang akan membawa kami ke arah Bukit Bendera sampai. Dengan membayar sejumlah RM2, kami pun melaju. Sekedar info, biaya bus berbeda-beda tergantung destinasi, jadi kalau bingung, jangan ragu untuk bertanya ke supir bus nya. Tinggal sebutkan arah tujuan, uncle akan menyebutkan jumlah yang harus dibayarkan. Oya, jangan lupa untuk menyampaikan kepada uncle supaya bisa memberitahu kalau sudah sampai di halte yang dituju.

Setelah kurang lebih 30-45menit, akhirnya kami sampai di halte Ayer item. Tujuan kami kesana adalah untuk mengunjungi Kek Lok Si Temple. Sebenarnya kami hampir ke Penang Hill, tapi berhubung sepertinya tidak banyak yang bisa dilakukan disana, akhirnya kami putuskan untuk mengeksplor Kek Lok Si saja.

tangga menuju ke arah Kek Lok Si. Jangan salah, ini bahkan belum sampai gerbang depannya.

gate depan Kek Lok Si

Kek Lok Si complex

And it turns out to be the right decision. The Kek Lok Si temple was very beautiful and breathtaking. To wander around was free, but if you want to go to the Kuan Yin statue, you might whether use the open road for free or simply just use the elevator for RM6 for a round trip. And to go to the pagoda, you need another RM2 to spend. There are also wishing ribbons like almost every where there, and you can tight those ribbons to the wishing tree for some other ringgit. 


Kuan Yin Statue

Pagoda


At the pagoda, you could climb to the second highest floor. Our knees might be shaken, but the view from there was amazing. And fyi, all the money goes for the temple. You can also lit a lotus candle, write your name and wishes there.

Well then after wandering around for almost 2 hours, we made our steps down to the market not far from the temple. We decided to get some pastries on our way down from the little shop. I got the salted egg pastry and chicken lotus while A got herself a pork pastry. And a few more steps ahead, we found ourself seated in a Asam Laksa Ayer Itam stall. We got ourself a bowl of Asam laksa for RM4 and fried snacks for RM4,5 from a nearby stall. I can say those food were delicious and worth to try. After we finished, A bought a to-go Liang teh.

Ayer Itam Asam Laksa RM14

Fried Snacks

Then we walked down to find the bus stop. Well, another travel tips, do ask the locals for direction, because eventually we walked quite far to the next bus stop. But we made it to find our bus, the same 204 bus. We stopped at Komtar then changed to 103 bus to Burma street. 

Next stop was to the Sleeping Buddha temple or Wat Chaiya Mangalaram Thai Buddhist Temple. The temple itself was way more simpler but yet still fascinating. They used colorful glasses stuck to the statues. The temple also functions as a Mort house. The visit itself was free. Then we made our next steps to the Burmese temple just across the street. And again, for free. Here they got amazing Buddha statues from some countries.  What differs them is the hand positions. There's Indonesia too.

Sleeping Buddha Temple or Wat Chaiya Mangalaram Thai Buddhist Temple
The Sleeping Buddha

Buddha Statues at the Burmese Temple


After we finished,  the next destination was Gurney Paragon. Gurney Paragon is one of the biggest mall in Penang. Bisa naik bus atau pun bisa juga jalan kaki kalau tidak sedang buru-buru. Kalau di Jakarta mungkin bisa dibilang mirip seperti Central Park kali ya. Mall ini menghadap ke pantai. Jadi kalau sore-sore enak nongkrong di kafe-kafe outdoor di lantai dasar mall. Berhubung kami habis panas-panasan dan lelah berkeliling, akhirnya kami cari deh tempat nongkrong yang enak diantara deretan cafe itu. Akhirnya kami memilih Moo-cow. Disitu kami memesan 2 frozen yogurt cone rasa original tanpa topping dengan harga RM6,20. Makan yogurt seperti makan es krim. Duduk sebentar sambil numpang ngecharge hp dan nebeng wifi buat ngabarin orang rumah, gak lama kemudian kami kembali melanjutkan perjalanan, yaitu ke tujuan selanjutnya Gurney Drive Hawker Center.
Moo Cow Frozen Yogurt

Gurney Drive Hawker Center ini taman makan dengan konsep terbuka jenis misbar (read: gerimis bubar). Stall makanannya banyak sekali, dan jenis makanan yang dijual pun berbeda-beda. Ada beragam gorengan, rojak, hokkian mee, rebus-rebusan, prawn mee, dan lainnya. Setelah berkeliling, kami akhirnya memutuskan untuk mencoba beberapa makanan yang menarik perhatian kami. 

Rojak


Rojak, terdiri dari timun, bengkuang, nanas, cakwe kering, sotong dan taburan kacang. Bumbu rojak ini berbeda dengan rujak versi indonesia. Rojak menggunakan shrimp paste atau yang bahasa Indonesianya petis. Rasanya? Unik dan yang pasti menyegarkan. Patut dicoba. Harganya bervariasi dari RM2 - RM 5 tergantung besar porsi yang diinginkan.



Dan untuk meredakan dehidrasi, saya memilih kelapa sebagai minuman pendamping. Disini kelapa utuhnya tidak dipotong ditempat, melainkan memang sudah dibuang dulu kulit luarnya dengan menyisakan daging kelapa bagian atasnya secara utuh. Jadi kita harus menyendok daging kelapanya terlebih dahulu. Air kelapanya sendiri manis tanpa gula. Dan karena diletakkan di es, jadi air kelapanya sudah dingin tanpa perlu ditambah es batu lagi. Kesegaran sederhana ini bisa dinikmati dengan merogoh kocek sebesar RM5. 









Tuesday, March 3, 2015

7D6N in Malaysia - part 1, KL

KL trip day 1

Berangkat dari bandara international soetta terminal 3, saya dan A terbang menuju Kuala Lumpur dgn menggunakan pesawat airasia QZ 200. Berangkat Pukul 11.50 WIB dan tiba Pkl 14.30 waktu Malaysia.
Rencana berikutnya, kami akan naik kereta cepat KLIA express menuju KL sentral. Sempat sedikit bingung waktu baru tiba di KLIA2. Tp akhirnya kami berhasil menemukan loket penjualan kereta cepat klia express. Ada 2 loket, yang pertama di dekat area duty free yang menjual beragam coklat, yg satu lagi tepat di pintu masuk stasiun keretanya. Dgn harga RM35, kami duduk dengan nyaman di kereta express tersebut. Hanya 35 menit saja menuju KL sentral, dilengkapi pula dgn free WiFi. KLIA express ini bisa dibeli secara online juga. Informasi tujuan dan jam keberangkatan kereta cepat ini bisa dilihat di websitenya.

KLIA Express, KLIA2 ke KL Sentral (RM35)
Sampai di KL sentral,  kami berdua menitipkan tas kami di loker yang tersedia tepat di belakang info center KL sentral. Harga bervariasi dr RM5-RM20 tergantung dr besar loker yang dibutuhkan. Caranya dengan menukarkan uang kertas RM5-10 dengan token yang sesuai dengan nilai loker yang diinginkan. Kemudian kami naik ke atas menuju lobby tempat tunggu bus Go KL (gratis!), lobby yg dekat dengan KFC lebih tepatnya. Tujuannya cuma mau menghabiskan waktu hingga malam, menunggu sleeper train menuju Penang. Menunggu sekitar 15 menit tapi bus tak kunjung datang, padahal perut sudah mulai keroncongan. Tanya sana-sini katanya ternyata memang cukup lama frequency bus nya. Saat hampir menyerah, tiba2 bus muncul.  Iseng2 berhadiah kami turun di perhentian kedua, yaitu di Muzium Negara.  Not much to do there.

Salah satu patung di Muzium Negara. Ada penjelasan sejarah disetiap objek bersejarah disana

Kuala Lumpur City Gallery
 Kembali ke spot turun bus tadi, kami kemudian naik lagi bus Go KL, turun di dataran Merdeka. Di seberang jalan terdapat musium tekstil, tapi kami tidak berencana mengunjungi musium tersebut. Setelah berjalan kaki sebentar, tanpa sengaja kami menemukan KL City Gallery. Masuk dengan biaya RM5, kami mendapatkan voucher senilai RM5 yang dapat ditukarkan dengan souvenir/makanan di toko suvenir ataupun di kafe kecil yang ada di area suvenir.

City Miniatures
History Wall
Di KL City Gallery ini kita bisa melihat sejarah dan perkembangan Kuala Lumpur. Di lantai 2 terdapat miniatur kota Kuala Lumpur, dimana kita akan diminta untuk berdiri di spot yang tersedia dan menyaksikan miniatur kota dengan berbagai lampu warna-warni berikut dengan informasinya di layar yang tersedia. Menurut saya miniatur ini keren banget. Dari sini terlihat sekali kalau Kuala Lumpur benar-benar mengembangkan sarana wisatanya. Bukan hanya menarik wisatawan asing namun banyak juga wisatawan lokal yang mendatangi tempat ini. Oh ya! Kalau mau ambil foto atau video selama "show" berlangsung itu diperbolehkan, tapi jangan pakai flash ya karena akan mengganggu pencahayaan lampu-lampu indah tersebut. Selain itu, di KL City Gallery ini kita bisa mendapatkan berbagai informasi wisata yang cukup lengkap. Pada hari dan jam tertentu ada city tour dengan durasi dua jam. Di depan KL City Gallery juga ada alternatif wisata dengan menggunakan kereta kuda atau disebut juga "Horse Carriage" dengan biaya RM50 per orangnya.




Dataran Merdeka

Kemudian kami menuju ke Dataran Merdeka yang tepat berada di depan KL City Gallery. Disana terdapat lapangan hijau yang luas, dan bagi yang ingin bersantai sejenak, bisa sekedar duduk atau bahkan tidur-tiduran sebentar di rerumputan. Sore itu cukup banyak pengunjung yang sedang bersantai disana. Tiba saatnya mau kembali, kami sempat nyasar pas mau cari halte bus Go KL untuk kembali ke KL Sentral. Tanya sana-sini akhirnya kami ke Pasar sentral. Kami putuskan untuk sekalian masuk mumpung masih ada 3 jam lagi. Kami pun makan di foodcourt di lantai 2. Menu yang saya pilih roasted chicken rice seharga RM6,20 sementara angel memilih bihun rebus di gerai berbeda. Nasinya enak dan wangi, ayamnya juga juicy. Sayangnya saja makanan ini sudah dingin saat disajikan. Kalau masih panas pasti lebih mantap.

Roasted Chicken Rice (RM6,20)
Kami lanjutkan perjalanan memburu Go KL bus. Ternyata Go KL bus disana adalah bus dengan jalur purple line. Setelah diskusi kami putuskan naik LRT, masing-masing membayar RM1 dan turun langsung di KL Sentral. Beli tokennya di mesin otomatis, bisa dengan uang kertas ataupun koin.

Token LRT
Sesampainya di Kl Sentral, rencana mandi pun gagal karena bilik mandi keburu tutup, padahal baru jam 8 sementara tertera tutup jam 9. Akhirnya cuma bisa beres2 di toilet mall Nu KL. Selesai berberes , kami kembali ke peron kereta KTM Senandung Langkawi di dekat KFC level 2. Jangan bingung, area peronnya memang dibatasi pagar pembatas, disaat tidak ada jadwal kereta, area tersebut terlihat seperti sedang ditutup karena perbaikan.

Sleeper Train Senandung Langkawi (Upper Bed RM40, Lower Bed RM46)
Sesuai dengan deskripsi tiket, kami dapat lorong paling depan. Kami beli tiket secara online sekitar 2 minggu sebelum keberangkatan karena takut kehabisan. Sewaktu iseng cek tiket selagi di jakarta, ternyata spotnya tinggal 5 untuk peron sleeper. Akhirnya langsung aja deh kami beli daripada gak kebagian. Berangkat jam 10 teng dari KL Sentral. Ternyata rame juga yang mau ke penang. Hampir seluruh bed terisi penuh, belum lagi termasuk area duduk. Perlu diketahui kalau untuk sleeper train ini tidak menyediakan loker atau tempat meletakkan barang, jadi tas harus bisa ditumpuk di tempat tidur. Menurut saya keadaan ini kurang cocok untuk traveller yang membawa koper besar. Booking online tiket kereta ini bisa dilakukan disini. To be continue di penang....