Sunday, May 26, 2013

Bebek H. Slamet


Suatu siang yang super panas, kemudian entah darimana tiba2 kepingin makan bebek goreng. Dan yang terlintas tak lain dan tak bukan adalah Bebek Goreng H. Slamet di Jalan Panjang karena lokasinya yang terdekat dan mudah dijangkau. Bersama dengan seorang teman, R, kami berdua segera meluncur ke lokasi. We're so ready to make this sunny afternoon even hotter!

Sampai di lokasi, walaupun dari luar terlihat kecil, ternyata bagian dalam restoran ini cukup luas dengan deretan meja dan kursi panjang. Udara panas siang itu coba diredakan dengan kipas angin yang menempel di dinding hampir setiap meja. 

Tak lama setelah kami duduk, seorang akhirnya menghampiri meja kami dan menyerahkan menu dan dengan sabar menjawab pertanyaan kami soal berbagai makanan yang tertera di menu. Walaupun namanya restoran bebek, tapi disini juga menyediakan ayam, jadi bagi yang gak suka bebek, masi ada alternatif. Akhirnya saya dan R memilih menu paket bebek goreng, nasi, lalap, tempe mendoan dan sambal korek seharga 23rb ditambah 2 gelas es teh manis untuk kami berdua. Gak lupa juga titip pesen sama pelayannya kalau kami mau bebeknya digoreng kering (mencegah supaya bebeknya gak alot)

Setelah menunggu beberapa lama kemudian pesanan kami disuguhkan di atas meja dan bebeknya digoreng sesuai dengan keinginan kami.


Nasi panas dan bebek yang baru saja digoreng kering disantap dengan lalap dan sambal korek yang terkenal pedas itu melengkapi siang kami. Rasa pedas dari sambal korek membuat kami sulit untuk berhenti makan, sampai-sampai R memesan nasi tambah. Sambal korek ini mirip sambal matah, isinya cabai dan bawang yang digoreng dan tentunya rasa pedasnya luar biasa bikin nangis. Buat yang gak kuat pedes, disarinin makan bebeknya pake kecap manis aja, jgn coba makan sambelnya. hehe.


Untuk bebeknya sendiri kami memilih bagian dada, dan digoreng kering membuat bagian kulitnya krispi/garing, daging bebeknya pun empuk dan mudah dilepaskan dari tulangnya. Didampingi dengan daun kemangi, daun pepaya dan potongan timun sebagai lalap dapat mengurangi efek rasa pedas dari sambal koreknya.

Bebek goreng H. Slamet ini ada beberapa cabang, dan ternyata enggak semua cabang saling terhubung dalam 1 jaringan kepemilikan yg sama. Seperti misalnya cabang ini berbeda kepemilikan dengan bebek H. Slamet yang ada di jalan Prof. Dr. Satrio maupun yang terdapat di jatiwaringin. Masing-masing mengklaim sebagai cabang asli, tp sampai sekarang pun saya masih bingung yang mana sebenarnya yang asli. Anyone knows which one?

Bebek Goreng H. Slamet Address:
Jl. Panjang Raya No. 9, Kelapa Dua, Kedoya
Tel: (021) 5330640 | (021) 5330641  

Open Mon–Sun 9:00 AM–10:00 PM

No comments:

Post a Comment